Mudun Lemah



Hari ini ayah dan ibu menggelar acara tradisi “Mudun Lemah”. Yang artinya kalo nggak salah saat pertama kali menginjakkan kakinya di tanah. Padahal Raihan sebelum acara ini sudah sering mudun lemah lhoo… hehehhehe… Pada intinya sich sebagai wujud rasa syukur ayah dan ibu atas kehadiran Raihan dimuka bumi ini. Dimana ayah/ibu mendatangkan group pengajian dari adiknya Tung Rodhi dan ceramah oleh Kyai H. Gufron, biar sekalian menambah wawasan tentang arti syukur dalam Islam.



Acara tradisi “mudun lemah” yang dibimbing oleh Mbah Yut Mah, dimulai dengan menginjak ketan, kemudian menaiki tangga yang dibuat dari batang tebu secara berurutan sebanyak tiga kali, artinya… Ayah/Ibu tidak tahu, apalagi Raihan. Kemudian Raihan dikasih beberapa barang, ada buku, mainan, ballpoint, jam tangan, untuk dipilih salah satu. Dimana apapun yang dipilih oleh Raihan menunjukkan cita-citanya kelak.
Raihan memilih pesawat !! artinya… tak tahulah biar Alloh Swt sendiri yang nentuin semoga apapun cita2 Raihan mendapat ridho dari-Nya. Amin. Acara berakhir dan diisi dengan ceramah sambil makan-makan… asyikk…
